Sejarah merupakan informasi dan kesaksian terkait kejadian yang ada di masa lalu dan perkembangannya. Sejarah bermanfaat sebagai ingatan, petunjuk dan pengalaman berharga bagi kehidupan manusia disaat ini dan masa yang akan datang. Kemudian ilmu atau sains merupakan pengetahuan serta praktik manusia yang teratur dan tersusun secara sistemastis tentang materi, struktur, perilaku dan fenomena yang dilakukan melalui observasi atau eksperimen. Ilmu membantu manusia untuk dapat mencari pengetahuan dan kebenaran duniawi melalui sistem yang terstruktur. Ilmu sangat mempengaruhi kehidupan manusia dan sebaliknya bahwa permasalahan yang ada pada manusia juga mempengaruhi perkembangan ilmu. Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat, antara lain adalah ilmu-ilmu dasar seperti biologi, fisika, kimia, dan matematika), ilmu biomedik dan ilm perilaku. Salah satu hasi dari perkembangan ilmu pengetahuan adalah ilmu gizi.
Gizi merupakan turunan dari ilmu pangan dan tubuh manusia, kemudian pangan dan tubuh manusia merupakan bagian kecil dari siklus kehidupan atau alam semesta ini. Istilah gizi berasal dari bahasa latin yaitu "nutr" yang dalam bahasa inggris berarti "to nurture". Kemudian dalam bahasa Indonesia memiliki arti memberi makan dengan baik. Kata nutrition mulai populer pada tahun 1812 di Inggris, pada saat itu juga diungkapkan akan pentingnya makan aneka ragam makanan baik dari sumber hewani ataupun nabati serta sayur dan buah-buahan.
Di Indonesia sendiri, kata gizi berasal dari bahasa arab yaitu "ghiza" yang artinya makanan sehat. Secara umum istilah gizi sering disebut sebagai zat gizi atau status gizi. Zat gizi sendiri merupakan segala sesuatu yang ada pada pangan dan bermanfaat bagi tubuh manusia. Istilah gizi dikenal di Indonesia sejak tahun 1950-an, istilah gizi juga sudah banyak dipakai untuk penamaan lembaga terkait pendidikan yaitu program studi ilmu gizi di perguruan tinggi. Selain dunia pendidikan, istilah gizi juga dipakai dalam penamaan lembaga penelitian, lembaga program dan organisasi profesi seperti Direktorat gizi kemenkes, instalasi gizi atau poli gizi di Rumah Sakit, PERSAGI, PERGIZI PANGAN, PDGMI , dll.
Dalam konsep komponen pangan fungsional, zat gizi hanya didefinisikan sebatas karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Sedangkan komponen kimia lainnya yang berhubungan dengan kesehatan tidak termasuk ke dalam zat gizi. Kemudian secara umum, ilmu gizi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari zat yang didapatkan dari pangan yang bermanfaat bagi kesehatan, proses masuknya pangan kedalam tubuh, proses yang terjadi yaitu pencernaan, penyerapan sampai zat tersebut digunakan oleh tubuh dan pengaruhnya bagi pertumbuhan, perkembangan hingga kelangsungan hidup manusia.
Kemudian bagaimana terkait perkembangan ilmu gizi dari awal hingga saat ini, sampai masa depan ilmu gizi nantinya? Terkait pembahasan tersebut akan saya bahas pada pembahasan berikutnya, maka jangan sampai terlewatkan dan tetap semangat.
Sumber :
Pakar Gizi Indonesia. 2016. Ilmu Gizi : Teori & Aplikasi. Jakarta : EGC
*NutritionistMuda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar