Selasa, 13 September 2022

Yuk Kenali Maksud Dari Makanan Obesogenomik?

 

Obesitas dapat disebut sebagai akumulasi lemak secara berlebihan atau abnormal dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan (Sulistyaningrum et al, 2015). Obesitas diketahui menjadi salah satu factor resiko munculnya berbagai penyakit degenerative seperti penyakit jantung dan stroke, dimana penyakit tersebut merupakan penyebab kematian terbesar penduduk di dunia. Salah satu penyebab obesitas adalah adanya ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energy di dalam tubuh. Jumlah asupan yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah dapat menjadi resiko terjadinya obesitas. Selain aktivitas fisik, factor lain yang dapat mempengaruhi kejadian obesitas diantaranya adalah pekerjaan, asupan makanan, stress, aktivitas fisik, jenis kelamin serta usia (Sofa, 2018).

Meningkatnya prefalensi obesitas yang terus meningkat dapat dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup dan pola makan, terutama dikota-kota besar. Pergeseran pola makan tradisional ke pola makan barat (terutama dalam bentuk fast food), pergeseran pola makan yang komposisinya mengandung tinggi kalori, lemak, karbohidrat, kolesterol serta natrium, namun rendah serat. Jenis makanan tersebut tak lain ialah makanan yang sering kita sebut fast food dan soft drink, kedua jenis makanan ini dapat menimbulkan ketidak seimbangan asupan gizi dan dapat menjadi factor risiko terhadap munculnya obesitas atau yang disebut sebagai makanan obesogenik (Rafiony et al, 2015).

Obesogenik merupakan penggabungan kata obesitas dan genetic. Dimana suatu makanan yang dikonsumsi oleh individu yang berbeda akan menimbulkan efek yang berbeda pula, hal itu disebabkan oleh gen yang berbeda dari setiap individu tersebut. Makanan yang mudah didapat dan memiliki kalori yang tinggi, seperti kripik, kentang goreng, sosis bologna, hamburger, pizza, mentega, dan kacang-kacangan dapat disebut sebagai makanan Obesogenik atau makanan yang meningkatkan obesitas. Konsumsi Makanan obesogenik dapat didasari karena perubahan gaya hidup anak Indonesia yang kebarat-baratan, yang membuat pola makan yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, lemak, dan kolesterol. Perubahan gaya tersebut dipengaruhi oleh beberapa factor yang antara lain adalah factor lingkungan atau disebut lingkungan obesogenik (obesogenic environtment) (Sulistyaningrum et al, 2015).



Referensi :

   Rafiony A. Purba M. Pramantara D. 2015. Konsumsi fast food dan soft drink sebagai factor risiko obesitas pada remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol.11 No.4, April 2015

Sofa, I. 2018. Kejadian obesitas, obesitas sentral dan kelebihan lemak visceral pada lansia wanita. Amerta nutr vol 2 (3)

Sulistyaningrum E. Hadi H. Julia M. 2015. Presepsi ibu tentang makanan obesogenis sebagai factor risiko obesitas pada anak sekolah dasar. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol.11, No.4, April 2015


*NutritionistMuda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar